![]() |
Foto: Dok. Pribadi
Amelia Riskita Putri,
salah satu mahasiswi Politenik Negeri Jakarta yang berkesempatan mendapat beasiswa
Bidikmisi.
|
Siapa yang tak ingin
menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi? Hampir semua orang memiliki
impian tersebut, begitu pula dengan Amelia Riskita Putri.
Keinginan itu terbesit dalam benaknya beberapa tahun lalu. Kini dirinya telah mewujudkan impiannya dengan status mahasiswa jurnalistik di Politeknik Negeri Jakarta. Gelar mahasiswa tersebut telah disandangnya sejak tahun 2017.
Keinginan itu terbesit dalam benaknya beberapa tahun lalu. Kini dirinya telah mewujudkan impiannya dengan status mahasiswa jurnalistik di Politeknik Negeri Jakarta. Gelar mahasiswa tersebut telah disandangnya sejak tahun 2017.
Bagi Amel, sapaan
untuk dirinya, bisa sampai di status seperti ini tidaklah mudah. Banyak
lika-liku yang telah ia lewati, bahkan berbagai seleksi masuk perguruan tinggi
pun telah ia jalani, mulai dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri
(SNMPTN), Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), hingga
Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK).
Meski tak lolos dari
ketiga seleksi tersebut tidak lantas membuat Amel tak mencoba peruntungan
lainnya. Perempuan kelahiran Banyumas 1999 ini rela berangkat pagi-pagi buta
hanya untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi jalur seleksi beasiswa
atau biasa disebut Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi
(BIDIKMISI).
Seleksi BIDIKMISI menjadi harapan terakhir bagi dirinya, bahkan ia mengaku hampir putus asa untuk menggapai impiannya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Seleksi BIDIKMISI menjadi harapan terakhir bagi dirinya, bahkan ia mengaku hampir putus asa untuk menggapai impiannya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Tadinya hampir putus
asa karena ikut seleksi sana-sini nggak keterima dan mau mutusin buat kerja aja
tapi temen ngajak untuk ikut seleksi bidikmisi, ya coba aja siapa tahu lolos,”
ungkap Amel.
Kini impiannya untuk mengeynam pendidikan di perguruan tinggi telah tercapai. Ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan. Beasiswa BIDIKMISI menjadi jembatan bagi Amel untuk menggapai impiannya, bahkan ia tak perlu pusing memikirkan biaya pendidikannya hingga lulus karena dengan adanya beasiswa ini ia mendapat tunjangan pendidikan dari pemerintah dan mendapat uang saku tiap semester.
Selain kuliah dirinya juga disibukkan dengan
magang di sebuah media online. Menurutnya kuliah saja tak cukup, dengan magang
ia bisa memperdalam wawasan mengenai bidang kejurnalistikan serta menambah
pengalaman.
Meskipun lelah namun
tak menggoyahkan semangatnya. Amel menuturkan, selelah apapun yang dikerjakan
akan terasa menyenangkan jika kita menjalaninya dengan suka hati. Ia pun
memiliki harapan, kelak dengan apa yang dijalaninya saat ini akan terus
bermanfaat dan menjadi awal bagi dirinya untuk menggapai kesuksesan dalam
berkarir.

1 Komentar
Semangat kak amel
BalasHapus